Jelmaan Zaman
Oleh: Yudha Awi
Laguku hilang.
Terseret bersama matinya alang-alang
Yang dulu.
Jadi tempatku memanjat dan bermain kelereng.
Mainanku tidak tersusun.
Terbawa carut marutnya zaman.
Kata bapak ibuku.
Zaman penuh berita duka.
Di mana laguku?
Di mana tempatku?
Dimana senyumku?
Hanya lagu burung hantu.
Menyayat sepinya malam.
Dingin memberi tempat dan rasa.
Mengakhiri terciptanya pertanyaan.
Anak penjelmaan zaman.
Yang terkena ramalan.
Mengikuti kebenaran.
Berakhir di perut raksasa.
Tidak pernah tahu siapa yang berucap.
Ponorogo, 18/01/2017
*Versi Indonesia
-------------------------------------------------------------------
Kirim tulisanmu di Nulis.
Cerpen, puisi, artikel atau karya tulis lainnya.

0 Comments